Berbagi Informasi Penting Di Sekitar Anda

Sabtu, 02 Agustus 2014

Tali Gantungan

Kata-kata yang keluar sebagai sumbar jalin-menjalin menjelma seutas tampar panjang dan besar berserabut kasar

Satu ujungnya tersimpul erat di leher tugu ujung lainnya menjadi kalung maut siap menjerat hidupmu

Tubuhmu akan bergelantungan di atas taman kota bau tengik dusta-dustamu menebar tuba ke udara orang-orang menutup hidung memalingkan muka burung-burung bangkai terangsang berpesta pora

Burung-burung yang terjelma dari pikiran busuk terbang rendah mengitari tubuhmu yang melepuh biru dan ulat-ulat berlendir yang mengada dari perilaku buruk menggeriap dari lubang mata, hidung dan mulutmu

Mereka siap mengoyak-koyak tubuhmu yang dilaknat sampai menyerpih bertebaran ke tempat-tempat maksiat kawan-kawanmu membutakan mata menulikan telinga lawan-lawanmu bertepuk tangan di balik meja

Orang-orang kecil yang kaukhianati menontonmu layaknya lawakan di televisi mereka tidak senang, tidak sedih, tidak peduli jerat derita yang kaucipta telah mencekik mereka lebih dini

Ketika kau berkuasa kaucampakkan petuah lama harga dirimu berada di mulutmu. Mulutmu mahir berkata-kata tapi kauingkari nurani dan kaupantati kata-kata yang menuntut bukti tindakan nyata

Kata dan tindakanmu melilitkan tali-tali gantungan ke leher orang-orang yang kaumintai restu dan dukungan Kini, ketika kau tak mampu lagi berlagak seperti orang suci mulutmu adalah harimaumu, siap mengerkah kepalamu sendiri

Tak ada airmata dan bunga bagi pendusta setelah wahyu kekuasaanmu lepas dan diperebutkan tinggal kenangan sampah dan gaung serapah kaum jelata untuk hidupmu yang tamat terjerat tali gantungan

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Tali Gantungan

0 komentar:

Posting Komentar